Profil Irjen Pol (Purn) Mashudi Resmi Mengundurkan Diri Dari Dirjen PAS saat Ramai Kasus Lapas Cibinong

Irjen Pol (Purn.) Drs. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum. adalah mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang mengundurkan diri pada 1 Oktober 2026. Keputusan mundur tersebut mengakhiri penugasan beliau di jajaran kementerian baru tersebut.

Ia memilih meletakkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral setelah mencuatnya polemik temuan fasilitas menyerupai apartemen mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor. Langkah pengunduran diri ini mengejutkan publik nasional di tengah upaya pembenahan tata kelola lembaga pemasyarakatan.

Irjen Pol (Purn.) Drs. Mashudi resmi menjabat sebagai Dirjen PAS sejak dilantik pada 9 Januari 2025. Ia dilantik langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai pejabat definitif pertama di bawah struktur kementerian baru hasil pemecahan Kemenkumham pada masa Kabinet Merah Putih.

Pertanggungjawaban dan Dedikasi Panjang

Meskipun masa jabatannya sebagai Dirjen Pemasyarakatan tergolong singkat dari Januari 2025 hingga Oktober 2026 dan diterpa polemik fasilitas mewah Lapas Cibinong, ia menunjukkan prestasi integritas moral di akhir masa jabatannya. Keputusan mundur tersebut dipandang sebagai sikap ksatria seorang pimpinan instansi.

Keputusannya untuk secara sadar mengundurkan diri pada 1 Oktober 2026 dinilai sebagai preseden positif bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin atas kesalahan yang terjadi di bawah wewenangnya. Sikap tersebut melengkapi perjalanan kepemimpinan beliau yang panjang di kepolisian.

Profil Irjen Pol Purn Mashudi mencatatkan pengabdian luas sebagai alumni Akpol 1990. Prestasi utama Mashudi lebih banyak tercatat selama 35 tahun pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama dalam bidang identifikasi forensik, pengawasan internal, dan reserse kriminal khusus.

Inovasi Pusinafis dan Penguatan Data Forensik

Prestasi paling menonjol dari Mashudi diraih saat ia memimpin Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Bareskrim Polri pada periode 2021 hingga 2025. Beliau membawa banyak pembaruan dalam otomatisasi data identifikasi sidik jari secara nasional.

Ia memimpin proyek perubahan besar dalam mempercepat pengayaan database Pusinafis secara digital. Langkah ini sukses mengintegrasikan sistem identifikasi sidik jari Polri secara lebih masif guna mempercepat proses penyelidikan kasus kriminal di seluruh Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, Pusinafis memperkuat sinergi data dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Integrasi ini krusial dalam mempercepat pengungkapan identitas korban bencana alam, kecelakaan, hingga pelaku kejahatan tanpa identitas.

Pengalaman Pengawasan Internal

Selain inovasi forensik, beliau memiliki rekam jejak yang kuat dalam tata kelola organisasi kepolisian. Saat menjabat sebagai Irwasda Polda Jawa Tengah pada 2020 dan Irbidjemengarku Itwil II Itwasum Polri pada 2017, Mashudi fokus pada tata kelola manajemen kepolisian.

Fungsi kontrol internal tersebut memperkuat akuntabilitas kerja personel kepolisian di tingkat wilayah maupun Markas Besar Polri. Pengalaman ini diimbangi dengan kepemimpinan penindakan hukum di lapangan.

Sebagai mantan Dirreskrimsus Polda Lampung pada 2014 dan Dirreskrimsus Polda Kalimantan Barat pada 2016, Mashudi memimpin berbagai operasi penindakan hukum tindak pidana tertentu. Penanganan berbagai kasus kejahatan khusus tersebut membentuk kapasitas penegakan hukum yang tangguh.

Latar Belakang Pendidikan dan Gelar

Sisi profesionalisme beliau didukung oleh jenjang pendidikan kepolisian dan akademis yang sangat berjenjang. Beliau menuntaskan seluruh tingkatan sekolah dinas kepolisian utama.

Berikut riwayat pendidikan resmi yang pernah ditempuh:

  • Akademi Kepolisian (Akpol) lulus pada tahun 1990.
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian.
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri.

Gelar akademis yang diraih juga sangat beragam untuk menunjang tugas penegakan hukum. Beliau memegang tiga gelar akademis resmi yaitu Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Sarjana Hukum (S.H.), serta Magister Humaniora (M.Hum.).

Riwayat Perjalanan Jabatan

Perjalanan karier beliau merentang dari tingkat kapolres kewilayahan, direktur reserse, pejabat pengawasan, hingga pimpinan tinggi kementerian. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadikan beliau figur kepemimpinan yang berpengalaman.

Berikut daftar riwayat jabatan lengkap yang pernah diemban sepanjang kariernya:

  • Kapolres Deli Serdang – Polda Sumatra Utara.
  • Kapolres Asahan (2009) – Polda Sumatra Utara.
  • Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut (2010).
  • Kasubdit I Dittipidum Bareskrim Polri (2012).
  • Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung (2014).
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Korupsi Bareskrim Polri (2015).
  • Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat (2016).
  • Irbidjemengarku Itwil II Itwasum Polri (2017).
  • Inspektur Pengawas Daerah Polda Jawa Tengah (2020).
  • Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Bareskrim Polri (2021–2025).
  • Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri (2025).
  • Dirjen PAS (2025–2026).

Pengunduran diri beliau sebagai Dirjen PAS pada 1 Oktober 2026 menandai penutupan masa tugas publiknya di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Perjalanan karier dan sikap pertanggungjawaban moral beliau menjadi rekam jejak penting dalam sejarah birokrasi pemerintahan.

Tinggalkan komentar