Profil Catherine Hindra Sutjahyo kini tengah menyita perhatian publik usai pengumuman resmi terkait pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Sosok eksekutif senior ini memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ekosistem bisnis digital dan teknologi di Tanah Air selama kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Profil Catherine Hindra Sutjahyo yang lahir pada tahun 1983 ini mencatatkan deretan prestasi mengagumkan di berbagai pilar industri e-commerce, konsultan manajemen, hingga pimpinan layanan on-demand. Langkah keputusannya mundur dari struktur eksekutif perusahaan kini tengah menunggu penetapan resmi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) GoTo yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.
Rekam Jejak Kepemimpinan Di Gojek Dan GoTo
Profil Catherine Hindra Sutjahyo mencatat dinamika kepemimpinan yang sangat solid sejak pertama kali bergabung dengan ekosistem Gojek pada tahun 2018. Kiprahnya diawali dengan memegang pilar penting layanan pesan-antar makanan hingga akhirnya menempati jajaran pimpinan tertinggi di struktur korporasi GoTo.
Berikut adalah tahapan perjalanan posisi kepemimpinan yang pernah diembannya di lingkungan Gojek dan GoTo:
- Bergabung pertama kali di Gojek pada 2018 untuk mengurusi strategi pengembangan produk GoFood.
- Menjabat sebagai Head of Food and Indonesia Sales & Operations Gojek pada rentang tahun 2021-2022.
- Dipercaya menduduki jabatan Presiden On-Demand Services GoTo sejak tahun 2023.
- Masuk ke dalam susunan jajaran direksi GoTo sejak tahun 2021.
- Diangkat menjadi Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO GoTo sejak tahun 2025.
Keberhasilannya mengarsiteki layanan pesan-antar makanan membawa dampak besar bagi lanskap bisnis digital kawasan. Di bawah kepemimpinannya, GoFood berkembang menjadi salah satu layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara.
Selama memimpin GoFood, Catherine secara konsisten memfokuskan strategi pada perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pendekatan tersebut berhasil menaikkan kelas ribuan mitra UMKM kuliner di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi.
Pencapaian kepemimpinannya di sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat turut mengundangnya ke panggung internasional. Pada Maret 2019, Catherine diundang Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk berbicara dalam pertemuan tahunan Komisi Status Perempuan. Saat itu, pembahasannya berkaitan dengan peran perusahaan dalam pemberdayaan pengusaha perempuan.
Prestasi kepemimpinan dan dedikasinya di ranah bisnis nasional juga membuahkan penghargaan prestisius dari media internasional. Catherine juga masuk dalam daftar 40 Under 40: The Indonesian Vanguard of 2020 yang diterbitkan Prestige Indonesia.
Tanggung jawabnya semakin berkembang luas saat ia memegang posisi pimpinan layanan on-demand. Sebelum menjadi Wakil Direktur Utama, Catherine menjabat sebagai Presiden On-Demand Services GoTo sejak 2023. Posisi tersebut membuatnya bertanggung jawab atas strategi unit bisnis on-demand services.
Perjalanan Karir Sebelum Bergabung Di Ekosistem GoTo
Profil Catherine Hindra Sutjahyo menyimpan rekam jejak panjang di ranah bisnis ritel, e-commerce, hingga konsultan strategis tingkat dunia sebelum memutuskan bergabung dengan Gojek. Pengalaman multisektor tersebut membentuk kapasitas analisis dan mengeksekusi strategi bisnis yang sangat tajam.
Rincian rekam jejak karir profesionalnya di luar ekosistem GoTo meliputi bidang-bidang berikut:
- Mengawali karir sebagai Business Analyst di perusahaan konsultan manajemen McKinsey & Company pada tahun 2004-2006.
- Bekerja di perusahaan inovasi Innosight dengan posisi sebagai Venture Leader pada rentang tahun 2006-2009.
- Kembali ke McKinsey & Company sebagai Senior Associate pada rentang tahun 2010-2012.
- Menjadi Managing Director sekaligus Co-Founder PT Fashion Eservice atau Zalora Indonesia.
- Menjabat sebagai Chief Executive Officer di PT Sumber Trijaya Lestari atau Alfacart pada periode 2016-2017.
Pengalaman kepemimpinannya di Zalora Indonesia menjadi bukti nyata keterlibatannya merintis industri belanja daring dari titik nol. Sebelumnya, dia menjadi Managing Director sekaligus Co-Founder PT Fashion Eservice atau Zalora Indonesia. Catherine turut terlibat dalam membangun bisnis e-commerce tersebut sejak awal.
Selepas membesarkan Zalora, ia dipercaya memimpin transformasi digital di sektor ritel modern nasional. Sebelum bergabung dengan GoTo, Catherine menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Sumber Trijaya Lestari atau Alfacart pada 2016-2017.
Fondasi keahlian analisis korporasinya terbangun kokoh saat ia berkarir di firma konsultan ternama dunia. Kariernya dimulai di perusahaan konsultan McKinsey & Company. Dia bekerja sebagai Business Analyst pada 2004-2006, dan sebagai Senior Associate pada 2010-2012. Catherine juga pernah bekerja di Innosight sebagai Venture Leader pada 2006-2009.
Latar Belakang Pendidikan Dan Tata Kelola
Profil Catherine Hindra Sutjahyo didukung oleh latar belakang pendidikan akademis yang sangat kuat di bidang keuangan dan perbankan internasional. Pendidikan formal dari institusi terkemuka dunia menjadi modal dasar utamanya dalam mengelola strategi finansial dan operasional perusahaan skala besar.
Kualifikasi pendidikan serta aspek independensi tata kelola yang dimilikinya mencakup poin-poin berikut:
- Lulusan dari Nanyang Technological University di Singapura dengan meraih gelar Bachelor of Business.
- Mengambil konsentrasi studi di bidang Banking & Finance dan menyelesaikan studi pada tahun 2004.
- Tercatat secara resmi sebagai Warga Negara Indonesia kelahiran tahun 1983.
- Memiliki independensi penuh tanpa hubungan afiliasi keluarga di jajaran manajemen korporasi.
Gelar akademis dari universitas ternama Singapura tersebut diraihnya dengan fokus keilmuan yang spesifik. Catherine memperoleh gelar Bachelor of Business di bidang Banking & Finance dari Nanyang Technological University, Singapura pada 2004.
Informasi keterbukaan korporasi juga menegaskan bahwa posisi kepemimpinannya murni didasarkan pada profesionalisme kerja tanpa benturan kepentingan. Dalam profilnya di GOTO, Catherine juga tercatat tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris maupun Direksi lain atau pemegang saham GoTo.
Keputusan Pengunduran Diri Dari Jabatan Wadirut
Keputusan Catherine untuk menyudahi masa jabatannya menandai fase kepemimpinan baru di tubuh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Dedikasinya selama bertahun-tahun telah meninggalkan fondasi operasional yang kokoh bagi arah perkembangan bisnis perseroan.
Proses administrasi korporasi terkait pengunduran diri tersebut kini memasuki tahapan keputusan akhir pemegang saham. Keputusan pengunduran diri masih memerlukan persetujuan resmi sesuai dengan tata kelola perusahaan yang berlaku.
Manajemen telah mengagendakan rapat khusus untuk memproses permohonan tersebut secara resmi. GoTo dijadwalkan menggelar RUPS pada 14 Oktober 2026 untuk membahas agenda tersebut.
Langkah ini menutup perjalanan karir eksekutif resminya di jajaran direksi pimpinan puncak perusahaan. Dia menjadi bagian dari jajaran direksi GoTo sejak 2021 dan menjabat sebagai Wadirut sekaligus Deputi CEO sejak 2025.
Seluruh jajaran pemegang saham akan memberikan suara dan persetujuan resmi dalam forum RUPS mendatang. Adapun pengunduran dirinya dari posisi Wakil Direktur Utama kini menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan digelar pada Oktober 2026.