Profil Flip, Fintech Yang Tengah Disorot Karena Gangguan Selama 4 Hari

Mengulas profil Flip sebagai fintech transfer antarbank dari sejarah pendirian hingga kendala gangguan layanan yang dialami pengguna.

Platform pembayaran digital Flip tengah menjadi sorotan publik setelah banyak pengguna mengeluhkan gangguan saat melakukan transaksi melalui aplikasi. Kendala teknis ini memicu perhatian luas mengingat peran vital fintech tersebut dalam aktivitas transaksi keuangan harian masyarakat.

Flip didirikan pada 2015 di Depok oleh tiga alumni Universitas Indonesia, yakni Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin. Platform tersebut awalnya dikembangkan untuk menyediakan layanan transfer antarbank dengan biaya yang jauh lebih hemat.

Pengembangan awal sistem menggunakan Typeform sebelum versi beta resmi diluncurkan ke publik. Setahun setelah berdiri, sebagaimana dilansir dari laman resminya pada Rabu (7/10/2026), Flip berhasil memperoleh lisensi resmi dari Bank Indonesia pada 2016.

Perjalanan Dan Ekspansi Layanan

Perizinan dari otoritas moneter menjadi pijakan utama perusahaan dalam memperluas jangkauan operasional. Perusahaan kemudian mengembangkan fitur dari transfer antarbank ke berbagai kebutuhan transaksi keuangan digital masyarakat.

Kini platform ini menyediakan layanan top up e-wallet, pengiriman uang internasional melalui Flip Globe, serta pembayaran tagihan bulanan. Perusahaan juga merilis fitur Flip Deals untuk belanja, Flip Emas untuk investasi digital, serta Safaraya untuk perjalanan ibadah.

Dari segmen bisnis, perusahaan menghadirkan Flip for Business guna memfasilitasi kebutuhan transaksi perusahaan dan pelaku usaha. Solusi ini mengubah peran platform dari sekadar alat transfer pribadi menjadi penyedia teknologi finansial terpadu.

Pertumbuhan Dan Suntikan Modal

Perusahaan menyebut telah melayani lebih dari 16 juta pengguna individu serta 1.000 perusahaan dan UMKM di seluruh Indonesia. Kepercayaan pengguna turut didukung oleh masuknya pendanaan dari sejumlah investor berskala global.

Pada 2019, perusahaan memperoleh pendanaan awal dari Sequoia Capital India dan Insignia Ventures Partners sebelum berlanjut ke Seri A. Pada 2021, pendanaan Seri B diraih dari Sequoia Capital India, Insight Partners, dan Insignia Ventures Partners.

Setahun kemudian, perusahaan meraih pendanaan Seri B putaran kedua yang dipimpin Tencent bersama Block Inc. dan Insight Partners. Dukungan modal digunakan untuk membiayai pengembangan fitur Multitransfer serta integrasi sistem Saldo.

Keluhan Gangguan Transaksi Aplikasi

Gangguan layanan terjadi di tengah maraknya keluhan pengguna yang mengaku tidak bisa melakukan pengiriman dana melalui aplikasi. Keluhan tersebut meluas di media sosial dan sejumlah pengguna menyebut masalah telah berlangsung hingga memasuki hari keempat.

Sebagian pengguna mengaku membutuhkan akses terhadap dana mereka untuk kebutuhan mendesak, tetapi transaksi mengalami kendala teknis. Masalah juga muncul terkait transaksi yang tertunda serta proses pengembalian dana yang dinilai lambat.

Persoalan ini berdampak pada kelancaran transaksi harian para pelanggan di berbagai daerah. Pengguna berharap adanya penanganan cepat agar sistem dapat kembali berjalan normal.

Mekanisme Pengembalian Dana Pengguna

Pihak perusahaan telah mengakui adanya gangguan teknis dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pengguna. Perusahaan menyatakan bahwa proses pemulihan sistem layanan masih terus berlangsung di tingkat internal.

Di sisi lain, perusahaan menyampaikan bahwa mekanisme refund telah tersedia dan sedang diproses secara bertahap. Pengguna yang ingin mengajukan pengembalian dana diminta melengkapi informasi melalui menu refund di aplikasi atau via tautan internal

Untuk turorial mengajukan refund, bisa baca artikel khusus resmi berikut: https://help.flip.id/article/7144-cara-mengajukan-refund-di-aplikasi-flip bukan melalui link flip.id/refund

Hingga Rabu (7/10/2026), perusahaan belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai penyebab utama gangguan sistem tersebut. Pengguna diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi resmi mengenai status perbaikan aplikasi.